JALUR NEWS, Anambas — Ketua Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas, Sinta Aneng, memimpin langsung kegiatan bakti sosial Ramadan yang digelar pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Dekranasda dan TP-PKK dalam memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Anambas.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud pelaksanaan peran organisasi kemasyarakatan perempuan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Gerakan PKK. Dekranasda dan TP-PKK hadir tidak hanya sebagai mitra pemerintah daerah, tetapi juga sebagai motor penggerak solidaritas sosial di tingkat akar rumput.
Dalam kegiatan tersebut, Sinta Aneng menyapa warga secara langsung dan menyerahkan bantuan kepada sejumlah penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa gerakan sosial yang dilakukan bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggilan pengabdian.
“Baksos ini adalah bukti kepedulian Dekranasda dan TP-PKK Anambas kepada seluruh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sinta.
Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, turut hadir mendampingi kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap peran aktif organisasi perempuan dalam pembangunan daerah. Kehadiran kepala daerah dinilai memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.


Sinergi Organisasi Perempuan dan Pemerintah Daerah
Kehadiran Dekranasda dan TP-PKK dalam momentum Ramadan memperlihatkan konsistensi gerakan sosial yang berorientasi pada kepedulian dan kebersamaan. Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, organisasi ini berupaya memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Momentum bakti sosial tersebut menjadi cerminan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang nyata. Di Kabupaten Kepulauan Anambas, peran perempuan melalui Dekranasda dan TP-PKK terus diperkuat sebagai bagian dari pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.



