JALURNEWS.COM, BENGKALIS — Upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Bengkalis mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Dalam beberapa bulan terakhir, langkah tegas jajaran Polres Bengkalis dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi kejahatan narkotika yang selama ini meresahkan masyarakat.
Terutama di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, sejumlah pengungkapan kasus narkoba terus dilakukan aparat kepolisian. Penindakan tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menekan peredaran narkotika di daerah yang selama ini kerap menjadi perhatian.
Wakil Ketua DPD SPI Kabupaten Bengkalis sekaligus pimpinan media siber, Robby Leonardo, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar beserta jajaran yang dinilai konsisten melakukan penindakan terhadap jaringan narkoba.
“Kami memberikan apresiasi kepada Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar dan jajaran. Dalam beberapa bulan terakhir mereka terus bergerak menyikat peredaran narkoba di Kabupaten Bengkalis, khususnya di wilayah Duri, Kecamatan Mandau. Ini menunjukkan keseriusan aparat dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” ujar Robby Leonardo, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan keluarga serta masa depan generasi muda.
Karena itu, ia menegaskan bahwa perang terhadap narkoba harus dilakukan secara tegas dan tanpa kompromi.
“Narkoba sudah sangat meresahkan. Semua yang terlibat harus disikat tanpa pandang bulu, baik pengedar, kurir, maupun bandar. Tidak boleh ada toleransi terhadap jaringan yang merusak masa depan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, sangat memalukan jika ada pihak yang justru mencoba bermain atau melindungi jaringan narkotika, termasuk dari kalangan profesi yang seharusnya berada di garda depan menyuarakan kebenaran.
“Jika ada oknum aparat, pejabat, bahkan oknum wartawan yang bermain atau mencoba melindungi jaringan narkoba, itu sangat memalukan dan harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Robby menegaskan, bagi dunia pers, keterlibatan dalam pusaran narkoba merupakan pelanggaran serius yang mencederai marwah profesi jurnalistik.
“Bagi dunia pers, hal itu adalah noda besar. Wartawan seharusnya menjadi mata dan telinga publik, menyuarakan kebenaran serta mengawasi kekuasaan. Jika justru ada yang bermain dalam pusaran narkoba, itu bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap profesi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan berani melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, perang melawan narkotika tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum semata, tetapi membutuhkan dukungan serta partisipasi masyarakat secara luas.
Dengan komitmen kuat aparat serta dukungan masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Bengkalis dapat terus berjalan dan mampu menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika. (Tim)



