JALUR NEWS, Anambas – Ratusan warga Kabupaten Kepulauan Anambas memadati Astaka Masjid Agung Baitul Ma’mur pada Minggu malam, 12 April 2026. Tidak sedikit di antara mereka yang datang dari pulau-pulau sekitar, menyeberang khusus untuk menghadiri acara Halal Bihalal Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama masyarakat Anambas sekaligus bertemu langsung dengan Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad.
Acara yang dimulai selepas Isya pukul 19.30 WIB itu dihadiri langsung oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura. Keduanya disambut oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, dan Wakil Bupati Raja Bayu. Turut hadir unsur Forkopimda, pimpinan lembaga vertikal, kepala perangkat daerah, camat, tokoh adat dan agama, organisasi kemasyarakatan, pimpinan perusahaan yang beroperasi di Anambas, serta seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan pengganti safari Ramadan yang tidak sempat terlaksana. Padatnya agenda pemerintah pusat sepanjang bulan suci, termasuk pelaksanaan Ramadan Fair yang dihadiri Menteri Dalam Negeri dan Kepala BPS Pusat, menjadi alasan ketidakhadiran tersebut.
“Biar kami banyak bertemu dengan warga masyarakat Anambas, maka kita laksanakan saja halal bihalal,” ujar Ansar, menirukan percakapannya dengan Sekda Anambas saat merencanakan kunjungan ini.
Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh hadirin atas segala khilaf, masih dalam suasana bulan Syawal. Ia mengungkapkan hal tersebut dengan pantun yang disambut tawa hadirin, “Banyak orang menjaring ikan, ikan dijual di tengah pasar, khilaf dan salah mohonlah dimaafkan, tapi hutang piutang tetaplah dibayar.”
Realisasi Bantuan 2025 Senilai Rp19,64 Miliar
Gubernur Ansar memaparkan realisasi bantuan Pemprov Kepri untuk Kabupaten Kepulauan Anambas sepanjang tahun 2025 dengan total nilai Rp19,64 miliar. Bantuan tersebut mencakup hibah untuk 15 rumah ibadah senilai hampir Rp2 miliar, insentif keagamaan bagi guru TPQ, madrasah diniyah, penyuluh agama non-PNS, pemuka agama, dan mubaligh hinterland.
Khusus untuk program mubaligh hinterland, Anambas mendapatkan 8 ustaz muda dari total 50 yang ditempatkan di seluruh pulau terpencil se-Kepri. Masing-masing ustaz menerima insentif sebesar Rp4,3 juta per bulan. Program ini disebut Gubernur Ansar sebagai benteng utama menghadapi krisis sosial yang kian meningkat di tengah masyarakat.
“Kalau kita mau jujur, semua krisis itu bermula dari krisis keimanan dan ketuhanan,” tegasnya.
Di sektor infrastruktur jalan, Pemprov Kepri mengalokasikan pemeliharaan rutin jalan provinsi di Anambas senilai Rp1,95 miliar, pembangunan jalan penghubung Batu Nyodong, Desa Payak Laman, dan Desa Batu Ampar sebesar Rp840 juta dari aspirasi anggota DPRD, serta peningkatan dan rekonstruksi jalan Letung-Kuala Maras melalui DAK Tematik senilai Rp14,5 miliar. Selain itu, penimbunan RTH Lapangan Desa Teban, Kecamatan Palmatak, direalisasikan senilai Rp140 juta.
Pemprov Kepri juga memperluas jaringan listrik PLN ke tiga dusun yang sebelumnya belum terjangkau, yaitu Dusun Teluk Dalam dan Dusun Penebung di Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur, serta sebuah dusun di Desa Matak, Kecamatan Kute Siantan, dengan total 70 rumah tangga sebagai penerima manfaat.
Proyek Strategis Anambas di Tahun 2026
Gubernur Ansar memastikan sejumlah proyek strategis telah disiapkan untuk Anambas di tahun 2026. Pengadaan dan pemasangan dermaga apung HDPE di Pelabuhan Palmatak senilai Rp3,57 miliar menjadi salah satu prioritas. Selain itu, peningkatan jalan Letung-Pelabuhan Letung dianggarkan Rp4 miliar, pembangunan jalan Batu Ampar-Batu Nyodong Rp3,5 miliar, pembangunan jalan Kampung Melayu-Tiangau Rp3,5 miliar, serta pembangunan paving block Balai Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, senilai Rp130 juta.
Gubernur juga mengungkapkan rencana koordinasi bersama Bupati Aneng ke Jakarta untuk memperjuangkan Inpres Jalan Daerah menuju rumah sakit baru Anambas yang kini masih menunggu peresmian oleh Presiden.
“Pak Aneng luar biasa. Beliau punya jaringan yang bagus, insyaallah kita dapat beberapa ruas jalan,” ujar Ansar.
Nelayan, UMKM, dan Listrik
Gubernur turut melaporkan perkembangan tiga program yang langsung menyentuh kehidupan warga. Sebanyak 4.379 nelayan Anambas telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan yang preminya dibayarkan Pemprov Kepri setiap bulan dari total 31.304 nelayan se-Kepri. Nelayan yang meninggal saat bekerja di laut berhak mendapat santunan Rp70 juta, sementara yang meninggal karena sakit mendapat Rp42 juta. Anak-anak nelayan yang telah tiga tahun berturut-turut terdaftar akan mendapat beasiswa hingga selesai sarjana S1.
Di bidang UMKM, sebanyak 60 pelaku usaha di Anambas telah menerima pinjaman modal tanpa bunga dengan total nilai Rp2 miliar melalui kerja sama Pemprov dengan Bank Riau Kepri Syariah. Pinjaman maksimal Rp40 juta per pelaku usaha, dengan syarat bersih dari catatan kredit bermasalah.
Untuk program Kepri Terang, sebanyak 1.777 rumah tangga di Anambas telah berhasil disambungkan ke jaringan PLN secara gratis. Ansar menargetkan tambahan seribu sambungan lagi tahun ini dan mendorong percepatan layanan listrik 24 jam bagi daerah yang masih menikmati 12 hingga 14 jam per hari.
Tahun ini Pemprov Kepri juga mulai membayarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk pengemudi ojek online di beberapa kabupaten dan kota, sebagai perluasan perlindungan bagi pekerja rentan.
Capaian Ekonomi Kepri dan Anambas
Gubernur Ansar turut menyampaikan data capaian ekonomi Provinsi Kepulauan Riau. Pertumbuhan ekonomi Kepri secara year on year tercatat 7,89 persen di tahun 2025, meningkat dari 5,14 persen di tahun 2024. Capaian ini menempatkan Kepri di peringkat pertama di Sumatera dan keempat secara nasional, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Khusus untuk Kabupaten Kepulauan Anambas, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 15 persen, didorong oleh aktivitas sektor minyak dan gas bumi.
Indeks Pembangunan Manusia Kepri di tahun 2025 mencapai 80,53 poin, naik dari 79,89 poin di tahun 2024, dan kini berstatus sangat tinggi. Kepri menempati urutan ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Tingkat kemiskinan Kepri berada di angka 4,26 persen, menjadikannya salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah di Indonesia, yakni peringkat keempat secara nasional. Tingkat pengangguran terbuka saat ini berada di angka 6,35 persen dan terus menunjukkan tren penurunan.
Di bidang kerukunan umat beragama, Kepri mencatatkan skor 83,68 poin di tahun 2025 dan selama empat tahun berturut-turut masuk dalam lima besar provinsi paling rukun di Indonesia.


Ceramah Ustaz Abdil Jadi Puncak Kemeriahan
Puncak acara malam itu hadir saat sesi ceramah yang dibawakan Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, M.Pd.I, penceramah yang sengaja dibawa Gubernur Ansar langsung dari Medan. Ceramahnya menjadi gong malam itu, menghidupkan suasana yang sejak awal sudah penuh antusiasme hadirin.
Gubernur menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menyukseskan program prioritas nasional Asta Cita, mencakup Makan Bergizi Gratis, layanan kesehatan gratis, koperasi merah putih, sekolah rakyat, hingga Kampung Nelayan Merah Putih yang kini tengah dalam proses verifikasi akhir di tingkat pusat dengan potensi nilai pembangunan Rp22 miliar per titik.
Acara ditutup dengan doa bersama, mengakhiri malam Syawal yang panjang dengan khidmat di Masjid Agung Baitul Ma’mur, Kabupaten Kepulauan Anambas.



