JALURNEWS.COM, Bintan – Aksi unjuk rasa pada Senin (09/11/2020) yang lalu di depan kawasan Bintan Inti Industrial Estete Lobam, Bintan, Kepri, dengan ratusan massa dari FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) tidak membuahkan hasil, (23/11/2020).
Melalui Sahat, Korda FSPMI mengabarkan kepada awak media, “Pemihakan Pemerintah terlalu condong kepada pengusaha, sehingga mengabaikan aspirasi buruh. Ada beberapa alternatif seharusnya Pemerintah bisa mengambil kesimpulan untuk tetap berada di tengah, seperti rata – rata selisih KHL 2019 dengan KHL 2020 sebesar Rp123.743 : 3 = Rp41.247,” ungkap Sahat.

