JALUR NEWS, Anambas – Ratusan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai diduga kuat mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/4/2026). Merespons insiden kedaruratan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan penutupan sementara fasilitas dapur penyedia MBG di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu bersama Sekretaris Daerah Sahtiar, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, hingga unsur Badan Intelijen Negara (BIN) langsung bertolak dari ibu kota Tarempa untuk meninjau kondisi para korban. Rombongan lintas instansi ini menyisir titik penanganan darurat mulai dari Puskesmas Siantan Tengah di Air Nanga hingga RSUD Palmatak yang berlokasi di Desa Payalaman, Kecamatan Kute Siantan.
Setibanya di lokasi, Raja Bayu menyampaikan keprihatinan mendalam dari pihak pemerintah daerah atas musibah yang menimpa para siswa tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama tersebut.
“Pemerintah daerah sangat prihatin terhadap korban siswa-siswa kita yang terindikasi keracunan akibat makan MBG. Di sini kita pemerintah lagi menekankan kepada dinas terkait untuk mengecek kesalahannya ada di mana,” tegas Raja Bayu saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.
Sebagai langkah penanganan awal guna mencegah jatuhnya korban tambahan, Pemkab Anambas telah memerintahkan agar aktivitas distribusi dari pihak penyedia dihentikan sementara.
“Yang pastinya dari kita tadi untuk menutup sementara dapur MBG-nya sampai ada kejelasan hasil dari dinas terkait nanti. Setelah itu baru kita tahu ke depannya seperti apa yang mesti kita bikin,” ujar Wabup.
Berdasarkan data di lapangan, menu MBG yang dibagikan pada hari nahas tersebut terdiri dari telur masak semur, tumis kol dicampur wortel, serta buah mata kucing. Guna mencari tahu kepastian medis, pihak RSUD Palmatak saat ini tengah meneliti sampel makanan yang dikonsumsi para korban. Sampel tersebut telah dikirim ke laboratorium dan hasilnya diproyeksikan keluar paling cepat besok atau dalam beberapa hari ke depan.


Ratusan Pasien Membeludak di RSUD Palmatak
Skala kedaruratan medis akibat keracunan ini terbilang sangat masif. Dari sekitar 700 penerima MBG, data terbaru mencatat sedikitnya 144 pasien tengah ditangani intensif. Rinciannya 39 orang dirawat di Puskesmas Siantan Tengah dan 105 orang lainnya membeludak di RSUD Palmatak. Tidak hanya anak-anak, sejumlah ibu-ibu dan guru turut menjadi korban karena ikut mengonsumsi jatah makanan tersebut.
Kondisi RSUD Palmatak dilaporkan sempat overkapasitas dan kewalahan menghadapi gelombang kedatangan pasien. Banyak pasien terpaksa dirawat di area luar rumah sakit dengan botol infus yang hanya digantungkan seadanya pada tiang besi. Proses evakuasi darurat yang berlangsung dramatis ini turut dibantu secara bahu-membahu oleh aparat gabungan dari TNI, Kepolisian Sektor Palmatak, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Tenaga medis bantuan dari Puskesmas Siantan Tengah juga dikerahkan ke lokasi. Situasi di rumah sakit baru mulai terpantau sedikit kondusif sekitar pukul 20.00 WIB.
Menghadapi situasi ini, Raja Bayu secara khusus meminta pengertian masyarakat dan para orang tua korban untuk tetap tenang serta memercayakan proses penanganan kepada tenaga medis dan pemerintah.
“Yang jelas untuk masyarakat Anambas jangan termakan isu yang belum jelas kebenarannya. Insyaallah apapun hasilnya, kita akan terbuka menyampaikan kepada masyarakat,” tutupnya.
Catatan: Artikel ini telah diperbarui pada jam 08:25 WIB, Tanggal 16 April 2026, hari Kamis untuk memperbaiki penulisan lokasi puskesmas.



