Keluar dari Rutinitas Seremoni, YKI Anambas Siapkan Peta Jalan Pendampingan Kasus Kanker Kepulauan

Editor: Latif Sabrian

JALUR NEWS, Tanjungpinang – Tantangan geografis dan keterbatasan akses medis kerap menjadi rintangan terberat bagi warga Kabupaten Kepulauan Anambas yang harus berjuang melawan penyakit kronis. Merespons kondisi tersebut, Yayasan Kanker Indonesia atau YKI Cabang Koordinasi Anambas kini memposisikan diri lebih dari sekadar lembaga edukasi. Mereka bersiap menjadi kompas pendampingan bagi pasien di wilayah kepulauan.

Komitmen ini dipertegas oleh Ketua YKI Cabang Koordinasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Sinta Aneng. Beliau menyampaikannya usai menghadiri Pengukuhan Pengurus YKI Wilayah Kabupaten Kota Masa Bakti 2026 hingga 2031 di Aula Wan Seri Beni Tanjungpinang pada Jumat 17 April 2026. Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua YKI Cabang Koordinator Provinsi Kepri, Dra. Hj. Dewi Kumalasari, M.Pd.

Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinasi Kabupaten Kepulauan Anambas

Menghadirkan Solusi di Tengah Keterbatasan

Bagi masyarakat Anambas, deteksi dini merupakan satu langkah awal yang sangat penting. Langkah krusial berikutnya adalah navigasi pengobatan rujukan yang membutuhkan alokasi dana dan dukungan logistik yang tidak sedikit. Kepengurusan YKI yang baru diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan.

Ny. Sinta Aneng menegaskan bahwa YKI memikul tugas kemanusiaan untuk turun langsung ke lapangan. Fokus mereka adalah menghadirkan solusi pendampingan bagi warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Edukasi pola hidup sehat tetap menjadi pilar utama. Namun aksi nyata mengawal pasien adalah kunci untuk menekan angka risiko dan kematian akibat lambatnya penanganan medis.

“Yayasan Kanker Indonesia memiliki peran mulia dalam menghadirkan harapan, semangat, dan kepedulian bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, peduli, dan tangguh menghadapi tantangan kesehatan,” ungkap Sinta.

Sinergi yang terbangun dari tingkat kabupaten hingga provinsi ini tidak lagi sebatas deretan program di atas kertas. Perhatian utama saat ini bergeser pada penciptaan jaring pengaman sosial. Sistem ini bertujuan memastikan setiap warga Anambas tidak pernah merasa berjuang sendirian saat mencari kesembuhan melintasi batas lautan. (Ls)

Berita Terkait