JALUR NEWS, Anambas – Sekretaris Camat Siantan, Badariyah Anggeraini, S.Ag., menyoroti pemadaman listrik yang terjadi saat rekapitulasi hasil pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tarempa Selatan periode 2026–2034 di Kantor Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Tarempa Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pemadaman listrik terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika panitia sedang merekap hasil pemilihan dari Dapil I Dusun Batu Tambun dan Dapil II Dusun Rintis. Meski ruangan sempat gelap akibat listrik padam, proses rekapitulasi tetap berlangsung hingga selesai.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia pemilihan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para calon anggota BPD, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Badariyah mengapresiasi seluruh calon anggota BPD yang telah ikut dalam proses demokrasi desa. Menurutnya, seluruh peserta yang maju dalam pemilihan memiliki kemampuan dan niat baik untuk ikut membangun Desa Tarempa Selatan. Namun, dari seluruh calon yang mengikuti pemilihan, hanya tujuh orang yang nantinya mendapat kesempatan untuk terpilih sebagai anggota BPD periode 2026–2034.
Ia juga menyinggung pemadaman listrik yang terjadi di tengah rekapitulasi hasil pemilihan. Menurutnya, informasi terkait gangguan listrik seharusnya dapat disampaikan lebih awal agar masyarakat dan panitia tidak kebingungan saat kegiatan masih berlangsung.
“Seharusnya ada pemberitahuan dari awal. Jangan tiba-tiba mati seperti ini. Kasihan masyarakat dan panitia karena saat itu kami masih ada kegiatan” katanya.
Meski suasana sempat gelap, Badariyah mencoba mencairkan keadaan dengan menyebut semangat masyarakat tetap terlihat selama kegiatan berlangsung.
“Walaupun gelap, tapi hati kita nyaman ya, tetap terang,” ujarnya.
Di sisi lain, Badariyah juga meminta seluruh calon anggota BPD tetap menjaga kekompakan, baik yang terpilih maupun yang belum mendapat kesempatan.
“Kalah dan menang itu hal biasa dalam sebuah pemilihan. Yang terpenting, siapa pun yang mendapat kepercayaan nantinya, semuanya tetap harus bersatu untuk bersama-sama membangun desa,” katanya.
Badariyah mengatakan pihak kecamatan tetap memantau jalannya kegiatan hingga selesai meski hujan turun dan listrik sempat mengalami gangguan.
“Hari ini kami memang menunggu sampai selesai. Walaupun kondisi hujan, kami basah pun kami tetap menunggu,” ujarnya.


PLN Jelaskan Gangguan Mesin PLTD
Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Anambas, Riyan Saputra, menjelaskan pemadaman listrik terjadi akibat gangguan pada salah satu mesin pembangkit di PLTD sehingga suplai listrik belum dapat berjalan maksimal.
Keterangan itu disampaikan Riyan saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp usai kegiatan berlangsung.
“Oh iya itu, memang ada gangguan satu mesin Bang. Makanya ini kita cicil padamnya. Masih belum bisa maksimal suplai kita, satu mesin belum bisa running,” kata Riyan.
Ia menjelaskan pihak PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir karena suplai listrik belum stabil sepenuhnya. Menurutnya, kondisi itu dilakukan agar tidak terjadi pemadaman total atau black out di seluruh wilayah.
“Kalau kami paksa, padam semua nanti black spot, Memang kondisinya emergency.” ujarnya.
Riyan juga mengatakan wilayah Dusun Batu Tambun dan sekitarnya sempat mengalami pemadaman cukup lama sebelum listrik kembali menyala. Saat ini, teknisi PLN masih melakukan penanganan terhadap mesin yang mengalami gangguan di PLTD.
“Memang ada satu mesin kita gangguan Bang. Kami masih menunggu perbaikan dari teknisi di PLTD. Insyaallah bentar lagi masuk,” katanya.
Meski sempat mengalami pemadaman listrik, seluruh rangkaian rekapitulasi hasil pemilihan anggota BPD Tarempa Selatan tetap berjalan lancar dan kondusif hingga selesai. (Ls)



