46 Jamaah Ikuti Manasik Haji Ramah Lansia di Siantan, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Editor: admin

JALURNEWS.COM, Anambas – Sebanyak 46 calon jamaah haji mengikuti Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Tahun 1447 H / 2026 M yang mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan jamaah sejak tingkat kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Manasik dibuka oleh Camat Siantan, Syamsir, S.AP, dan dilaksanakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Anambas berdasarkan Keputusan Kepala Kantor Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penetapan Panitia, Peserta, Narasumber, dan Biaya Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Syamsir menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung kesiapan jamaah, khususnya kelompok rentan.

“Kami ingin memastikan jamaah asal Siantan dan Kabupaten Kepulauan Anambas berangkat dengan persiapan yang matang. Sinergi antara pemerintah kecamatan, Kementerian Agama, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci agar pelaksanaan haji tahun 1447 Hijriah berjalan lancar dan aman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” kata Syamsir.

Total peserta manasik berjumlah 46 orang, terdiri dari:

  • 36 jamaah reguler
  • 8 jamaah haji cadangan
  • 2 penggabungan mahram

Berdasarkan asal kecamatan:

  • Siantan: 25 orang
  • Palmatak: 12 orang
  • Jemaja Timur: 5 orang
  • Kute Siantan: 3 orang

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah haji, tuntunan perjalanan, hingga edukasi kesehatan dan kesiapan mental.
Pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan jamaah lansia dan kelompok rentan agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan aman dan mandiri.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung PLHUT Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kepulauan Anambas dan dimulai pada Selasa, 10 Februari 2026.

Melalui pendekatan terintegrasi dan ramah lansia, manasik ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian jamaah, meminimalkan risiko selama di Tanah Suci, serta memastikan seluruh peserta memperoleh pelayanan yang setara dan manusiawi.

Berita Terkait