JALUR NEWS, Anambas – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan proses investigasi kasus dugaan keracunan makanan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, dilakukan secara ketat dan berbasis bukti. Tim investigasi pusat turun langsung pada 23 April 2026 untuk mengumpulkan data primer dari dapur, tenaga medis, serta jalur pengujian sampel makanan.
Langkah ini mengacu pada prinsip kehati-hatian dalam penanganan kasus pangan serta koordinasi dengan lembaga berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang memiliki otoritas menentukan penyebab pasti melalui uji laboratorium.
Perwakilan BGN, Arie Karimah Muhammad, menegaskan investigator tidak diperkenankan menyampaikan kesimpulan tanpa dasar bukti yang sah. “Investigator itu tidak boleh mendengar dari pihak lain. Kami harus melihat bukti langsung sebelum bisa menyampaikan apa pun,” ujarnya saat wawancara di lokasi.
Ia menjelaskan, pengumpulan data dilakukan dari berbagai sumber utama, termasuk dapur produksi, tenaga medis yang menangani korban, serta pihak penguji sampel makanan. Seluruh data tersebut akan dirangkum dalam laporan awal sambil menunggu hasil resmi dari BPOM.
Proses Berjalan, Solusi Disiapkan
BGN juga menekankan bahwa pendekatan investigasi tidak hanya berhenti pada pencarian penyebab, tetapi juga pada penyiapan langkah perbaikan yang terukur. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar bagi tim pemantauan dan pengawasan untuk menentukan apakah dapur dapat kembali beroperasi atau masih memerlukan pembenahan.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada dampak yang dialami para siswa. BGN telah berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, kepolisian, dan instansi pendidikan untuk menyiapkan program trauma healing bagi anak-anak yang terdampak.
Di sisi lain, BGN memastikan tanggung jawab terhadap korban tetap menjadi prioritas. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh BGN bersama mitra pengelola, sehingga keluarga tidak dibebani biaya tambahan.
Hingga saat ini, operasional dapur masih dihentikan sementara. Keputusan lanjutan akan ditentukan setelah hasil uji laboratorium BPOM keluar, yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
BGN menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil nantinya akan berbasis data ilmiah dan bertujuan memastikan keamanan pangan serta keberlanjutan program makan bergizi bagi masyarakat.



