Ustadz Das’ad Latif Sambangi Anambas, Inilah Sederet Fakta Menarik Sang Pendakwah Akademisi

Editor: Admin

JALURNEWS, Anambas – Kehadiran penceramah kondang, Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., di Kabupaten Kepulauan Anambas pada hari ini, Rabu (17/6/2026), menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat pesisir perbatasan. Kedatangan ulama asal Makassar ini disambut antusias oleh warga yang rindu akan siraman rohani lewat gaya khasnya yang lugas, tegas, namun tetap diselingi humor yang mengena.

Di balik tawanya yang kerap memecah suasana jamaah, Ustadz Das’ad Latif bukanlah sosok penceramah biasa. Ia adalah seorang akademisi tulen dengan rekam jejak pendidikan yang panjang. Bagi masyarakat Anambas yang hadir dalam tabligh akbar tersebut, berikut adalah sejumlah fakta penting mengenai profil beliau:

Akademisi dengan Gelar Doktor Ganda

Kapasitas keilmuan Ustadz Das’ad Latif sangat teruji. Ia menempuh pendidikan sarjana ganda pada dua disiplin ilmu yang berbeda, yakni Ilmu Komunikasi (Universitas Hasanuddin) dan Peradilan Islam (IAIN Alauddin Makassar). Dedikasinya pada pendidikan dibuktikan dengan pencapaian dua gelar doktoral (Ph.D) sekaligus, yakni di bidang Ilmu Komunikasi dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Ilmu Syariah dari UIN Alauddin Makassar.

Bupati Kepulauan Anambas Aneng (kiri), Ustadz Das’ad Latif (tengah), dan Wakapolres (kanan) duduk lesehan berbincang santai sambil menikmati durian di sela-sela agenda kunjungan dakwah di Kepulauan Anambas, Rabu (17/6/2026).

Berstatus sebagai Dosen PNS

Selain aktif berdakwah keliling Indonesia, profesi utama beliau adalah seorang pendidik. Ustadz Das’ad Latif tercatat sebagai dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, sejak tahun 2006. Kesibukan dakwah tidak membuatnya meninggalkan kewajibannya di mimbar akademik.

Dakwah Berbasis Ilmu Komunikasi

Gaya ceramahnya yang viral di berbagai platform media sosial tidak lepas dari latar belakang keilmuannya. Sebagai pakar komunikasi, beliau sangat memahami psikologi massa dan cara menyampaikan pesan agama agar mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat. Ia kerap mengangkat isu sosial, adab bertetangga, hingga keharmonisan rumah tangga, yang sangat relevan dengan realitas warga, termasuk masyarakat Kepulauan Anambas.

Penulis Buku yang Produktif

Ketajaman analisis Ustadz Das’ad tidak hanya dituangkan melalui lisan. Beliau aktif menulis dan telah menerbitkan sejumlah buku yang mengkaji dinamika sosial, politik, dan agama. Beberapa karyanya antara lain “Pilkada: Nikmat atau Bencana?” dan “Islam yang Diperdebatkan”, menunjukkan sisi kritisnya dalam melihat fenomena kemasyarakatan.
Kehadiran sosok sekaliber Ustadz Das’ad Latif di Kepulauan Anambas diharapkan tidak sekadar menjadi momen berkumpulnya massa. Lebih dari itu, pesan-pesan moral dan keagamaan yang disampaikannya diharapkan mampu menjadi penyejuk, sekaligus memperkuat kerukunan dan semangat kolaborasi warga dalam membangun daerah perbatasan.

Berita Terkait