JALUR NEWS, Anambas – Sinergi harmonis antara lembaga legislatif dan eksekutif kembali terlihat nyata di Kabupaten Kepulauan Anambas. Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Rian Kurniawan meluangkan waktu secara khusus untuk hadir langsung dalam acara pelantikan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia tingkat daerah pada Jumat 24 April 2026 di Aula M. Zein, Kantor Bupati Kepulauan Anambas.
Kehadiran pimpinan wakil rakyat ini menjadi simbol dukungan serius seluruh elemen pemerintahan terhadap peran krusial tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar memberikan apresiasi khusus atas konsistensi pimpinan legislatif tersebut dalam mengawal berbagai agenda daerah. “Ibu sekalian, Ketua DPRD ini aktif sekali, setiap kali ada acara pasti beliau kalau ada di Anambas pasti hadir,” ujar
Sahtiar saat memberikan sambutan mewakili Bupati Kepulauan Anambas yang sedang bertugas di luar daerah. Keaktifan pimpinan dewan ini dinilai menjadi energi positif bagi jajaran birokrasi dan organisasi profesi dalam memajukan wilayah Anambas.
Menanggapi hal tersebut, Rian Kurniawan menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap dedikasi para bidan yang bertugas hingga ke pelosok. “Kami di legislatif memberikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh bidan, terutama yang berjuang di pulau-pulau terjauh di Anambas,” kata Rian.
Beliau menegaskan bahwa dedikasi tenaga medis ini merupakan fondasi utama kesehatan masyarakat sehingga dukungan moril dari lembaga perwakilan rakyat akan selalu menyertai langkah mereka di lapangan.
Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan
Acara yang berlangsung penuh khidmat ini secara resmi menetapkan Ifa Fatimah sebagai Ketua Pengurus Harian Cabang Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Kepulauan Anambas periode 2023 hingga 2028.
Kepengurusan baru ini disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Daerah tingkat provinsi. Organisasi profesi ini mengemban amanah besar untuk terus menjaga profesionalisme sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat luas.
Sahtiar menitipkan pesan khusus kepada pengurus baru agar benar-benar menjadi tempat bernaung bagi para tenaga medis yang tersebar di wilayah geografis yang menantang. Pekerjaan sebagai bidan di wilayah kepulauan seperti Nyamuk, Mukai, dan Teluk Durian tentu memiliki tingkat kesulitan yang jauh berbeda dibandingkan di ibu kota kabupaten.
Organisasi ini diharapkan mampu menyerap setiap keluh kesah anggota dan menyampaikannya kepada pemerintah daerah agar tidak ada satupun petugas medis yang merasa berjuang sendirian.
Kolaborasi lintas sektor yang kuat antara tenaga medis, legislatif, dan pemerintah daerah juga ditekankan sebagai kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan. Pengurus cabang diminta proaktif mendukung program strategis nasional seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Upaya percepatan penanganan stunting serta edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja juga menjadi fokus penting yang membutuhkan sinergi berkelanjutan dari seluruh pihak terkait.
Selain fokus pada pelayanan kesehatan, pemerintah daerah turut mencermati tantangan regulasi praktik kebidanan yang kini menuntut peningkatan kompetensi secara masif. Terdapat aturan baru yang mengamanatkan bahwa mulai tahun 2026 setiap tenaga kebidanan didorong memiliki kualifikasi pendidikan minimal jenjang Sarjana Kebidanan dan Profesi untuk bisa membuka praktik mandiri.
Sahtiar meminta dinas terkait bersama pengurus organisasi agar segera mendata anggota yang masih berpendidikan diploma supaya mereka cepat difasilitasi untuk melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi.
Sebagai penutup pesannya, Sahtiar mengajak seluruh tamu undangan untuk merefleksikan kembali panjangnya sejarah perjuangan profesi ini sejak era tradisional hingga menjadi tenaga kesehatan modern saat ini.
Bidan bukan sekadar profesi biasa melainkan pejuang nyawa yang memastikan kelangsungan generasi penerus bangsa di Kabupaten Kepulauan Anambas. Masyarakat dan jajaran pemerintahan didorong untuk terus mengekspos dedikasi nyata para bidan ini agar publik semakin memahami betapa berat dan mulianya tugas mereka di garda terdepan.



