Ketua DPRD Anambas Apresiasi Pemain Lokal di Final, Sebut Mampu Imbangi Tim Luar

Editor: Latif Sabrian

JALUR NEWS, Anambas – GENTING FC keluar sebagai juara Piala Leo Unnoky 2026 usai menundukkan BCL FC lewat adu penalti dalam laga final yang berlangsung sengit di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Sabtu sore. Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal, dengan kedua tim saling menekan hingga waktu normal berakhir tanpa pemenang.

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rian Kurniawan, yang menyaksikan langsung laga tersebut, memberikan apresiasi terhadap kualitas permainan yang ditampilkan para pemain, khususnya talenta lokal. Ia menilai pemain Anambas mampu bersaing dengan pemain dari luar daerah yang memperkuat tim.

“Permainannya cukup seru. Ini berarti pemain lokal kita tidak kalah dengan pemain yang didatangkan dari Bintan, Lingga, maupun Karimun. Ada beberapa yang bermain untuk BCL FC seperti Sotemon dan Jendri dari Lingga, tapi pemain kita bisa mengimbangi. Secara fisik semua sudah seimbang, kita cuma kurang di porsi latihan saja,” ujar Rian usai pertandingan.

Ketua DPRD Kepulauan Anambas, Rian Kurniawan, menyerahkan medali kepada salah satu pemain usai laga final Piala Leo Unnoky 2026 di Lapangan Sulaiman Abdullah, Tarempa, Sabtu (18/4/2026).

Pemain Lokal Tampil Kompetitif

Menurutnya, perkembangan fisik dan kualitas permainan pemain lokal sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ia melihat potensi besar jika pembinaan dilakukan lebih konsisten, terutama dari sisi intensitas latihan dan pengembangan teknik.

Di tengah tensi pertandingan yang tinggi, duel antar lini berjalan seimbang. Baik BCL FC maupun GENTING FC sama-sama menampilkan permainan terbuka dengan serangan cepat dan pertahanan disiplin. Adu penalti akhirnya menjadi penentu, yang memastikan GENTING FC keluar sebagai kampiun tahun ini.

Selain aspek teknis di lapangan, Rian juga menyoroti dampak positif turnamen terhadap masyarakat. Ia menyebut keramaian yang tercipta selama pertandingan turut menggerakkan ekonomi warga, terutama pelaku UMKM di sekitar lokasi.

“Sangat bagus. Adanya turnamen ini otomatis menghidupkan UMKM. Para pedagang rokok, minuman, dan makanan di sekitar lokasi acara sangat terbantu secara ekonomi,” katanya.

Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi pemain lokal untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Siantan. (Ls)

Berita Terkait