Tim Napoleon Polsek Siantan Amankan Ali Syahputra Saat Warga Kepung Pelabuhan Tarempa Timur

Editor: Latif Sabrian

JALUR NEWS, Anambas – Tim Napoleon Polsek Siantan bergerak cepat mengamankan seorang terduga pelaku pengintipan dan pencurian pakaian dalam anak warga di kawasan Pelabuhan Perikanan Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan, Sabtu, 30 Mei 2026 malam. Pengamanan dilakukan saat massa mulai memadati area pelabuhan setelah aksi terduga pelaku dipergoki warga setempat.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Saat itu, personel Operasi Presisi Polsek Siantan tengah melaksanakan apel pasukan dan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di tengah kondisi pemadaman listrik yang melanda wilayah Tarempa dan sekitarnya.

Di tengah apel berlangsung, petugas menerima laporan masyarakat terkait dugaan aksi pengintipan di kawasan permukiman warga dekat Pelabuhan Antang Tarempa Timur. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Napoleon bersama personel patroli gabungan.

“Personel tadi kami turun dengan 12 kekuatan personel. Kebetulan situasinya mati lampu di wilayah kita, kemudian kita lakukan apel pasukan. Pada saat apel berlangsung, ada masyarakat menghubungi kami terkait kejadian tersebut,” ujar Raja Vindho, Perwira Pengendali Patroli Napoleon Polsek Siantan.

Kapolsek Siantan, IPTU Dodi Setiawan, memimpin apel personel Operasi Presisi Polsek Siantan sebelum pelaksanaan patroli KRYD di wilayah Tarempa, Sabtu malam, 30 Mei 2026.

Terduga Pelaku Diamankan di Area Pelabuhan

Setibanya di lokasi, polisi mendapati suasana di gerbang Pelabuhan Perikanan Antang sudah dipenuhi warga. Terduga pelaku berinisial AS diduga berusaha menghindari kejaran warga dengan bersembunyi di sudut salah satu pos penjagaan pelabuhan.

Situasi sempat memanas karena warga yang geram terus berdatangan ke lokasi. Personel kepolisian kemudian bergerak cepat melakukan evakuasi guna mencegah aksi main hakim sendiri.

“Posisi pelaku sudah sembunyi di sudut salah satu pos yang ada di Pelabuhan Antang. Massa sudah begitu ramai, alhamdulillah kami bersama rekan-rekan sudah mengamankan,” lanjut Raja Vindho.

Terduga pelaku berinisial AS kemudian dibawa ke Mapolsek Siantan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh unit Reskrim dan Intelkam. Polisi juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi gangguan kamtibmas lanjutan.

Warga Curiga Sejak Malam Sebelumnya

Berdasarkan keterangan warga, aksi pengintipan diduga sudah terjadi beberapa kali dalam beberapa malam terakhir. Warga mulai curiga setelah menemukan pakaian yang diduga milik pelaku tertinggal di sekitar rumah korban pada malam sebelumnya.

Warga kemudian melakukan penjagaan swakarsa di kawasan permukiman dan jalur menuju pelabuhan. Dugaan warga akhirnya terbukti ketika terduga pelaku kembali datang ke lokasi pada Sabtu malam.

“Dari malam kemarin sudah ngintip. Terus ditinggalnya bajunya. Jadi malam ini dia kembali lagi. Pas warga teriak ada yang ngintip, saya langsung potong dari depan dan saya tangkap,” ujar Zamiri, anggota BPD yang ikut mengamankan pelaku sebelum polisi tiba.

Menurut warga, sasaran pengintipan merupakan anak perempuan salah satu warga Desa Tarempa Timur yang masih berstatus pelajar. Selain diduga mengintip, terduga pelaku juga disebut sempat mengambil pakaian dalam korban sebelum dipergoki warga.

Polisi Dalami Motif dan Riwayat Terduga Pelaku

Polsek Siantan menyebut terduga pelaku berasal dari Belawan, Sumatera Utara, dan bekerja sebagai ABK kapal pukat yang sedang bersandar di kawasan pelabuhan Tarempa Timur. Polisi juga memperoleh informasi awal bahwa terduga pelaku sudah beberapa kali berpindah kapal tempat bekerja.

“Kapal ini merupakan kapal pukat. Pelaku ini sudah tiga kali pindah kapal. Pemuda ini berasal dari Sumatra Utara, dari Belawan,” ujar pihak kepolisian.

Polisi juga menerima informasi dari masyarakat bahwa aksi serupa diduga pernah terjadi dalam beberapa malam sebelumnya. Bahkan, barang-barang milik terduga pelaku yang sempat tertinggal di lokasi disebut telah dibakar warga.

Meski demikian, kepolisian menegaskan proses hukum tetap dilakukan secara profesional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Polisi juga belum menyimpulkan adanya gangguan kejiwaan maupun pengaruh minuman keras dan obat-obatan terhadap terduga pelaku.

“Kita tidak bisa menyimpulkan langsung bahwa ada kelainan dan lain sebagainya. Nanti akan terus diproses oleh anggota Reskrim,” kata Raja Vindho.

Personel Tim Napoleon Polsek Siantan berfoto bersama sejumlah ABK kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan Perikanan Antang, Tarempa Timur, usai pelaksanaan patroli KRYD, Sabtu malam, 30 Mei 2026.

Pengamanan Swakarsa Warga Jadi Sorotan

Kejadian ini sekaligus menjadi perhatian serius terkait keamanan kawasan pelabuhan dan permukiman pesisir di Tarempa Timur. Warga mengaku selama ini rutin melakukan penjagaan bersama setiap kapal luar daerah bersandar di pelabuhan.

Menurut warga, satu kapal pukat bisa membawa puluhan awak kapal sehingga berpotensi memicu kerawanan sosial apabila tidak diawasi dengan baik oleh lingkungan sekitar. “Kami masyarakat di situ memang rutin jaga. Karena takut ada hal-hal seperti mencuri, ngintip, narkoba, dan lain-lain,” ujar Zamiri.

Polsek Siantan memastikan patroli KRYD dan Operasi Presisi akan terus ditingkatkan, terutama di kawasan pelabuhan dan titik keramaian masyarakat. Polisi juga mengimbau warga segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.


Catatan Redaksi: Berita ini telah mengalami penyuntingan pada 31 Mei 2026, jam 02:00 WIB, untuk menyesuaikan identitas terduga pelaku menjadi inisial sesuai dengan standar perlindungan hukum dan pedoman pemberitaan.

Berita Terkait