JALURNEWS, Anambas – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Tetti Hadiyati S.H., bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Siantan Tengah. Peninjauan lapangan langsung difokuskan pada kondisi para pasien yang tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palmatak, Sabtu (18/04/2026).
Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Tetti Hadiyati, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kepulauan Anambas, didampingi oleh rekan separtainya, Linda, selaku Anggota DPRD sekaligus Bendahara DPC Partai Gerindra Anambas. Kekompakan dua srikandi Gerindra ini menjadi bentuk nyata komitmen partai dalam mengawal ketat program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah perbatasan.
Setibanya di RSUD Palmatak, Tetti langsung menyisir sejumlah ruang bangsal perawatan. Tujuannya bukan sekadar memastikan anak-anak mendapatkan penanganan medis yang optimal, melainkan juga untuk memberikan dukungan moril kepada para orang tua yang tampak cemas menunggu pemulihan buah hati mereka. Tetti menegaskan bahwa keselamatan nyawa anak-anak adalah harga mati yang tidak bisa ditoleransi oleh alasan teknis apa pun di lapangan.
Ia meminta seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan pihak rumah sakit untuk bersiaga penuh, mengingat lonjakan pasien terjadi secara mendadak .
“Kesehatan dan keselamatan anak-anak kita adalah prioritas utama yang sama sekali tidak bisa ditawar. Kejadian ini harus menjadi evaluasi total bagi seluruh pemangku kepentingan. Saya menginstruksikan agar SOP penyajian makanan ditinjau ulang secara menyeluruh supaya tragedi seperti ini tidak pernah terulang kembali di kemudian hari,” tegas Tetti Hadiyati dengan nada serius di hadapan awak media dan petugas medis RSUD Palmatak.


Pastikan Ketersediaan Stok Medis dan Transparansi Hasil Laboratorium
Sebagai pimpinan Komisi I, Tetti memberikan atensi ekstra pada aspek logistik fasilitas kesehatan paska-kejadian darurat ini. Ia sangat mewanti-wanti Dinas Kesehatan agar mengantisipasi krisis obat-obatan yang bisa saja terjadi akibat membludaknya jumlah pasien dalam satu waktu.
“Saye menegaskan untuk Dinas Kesehatan agar memperhatikan betul ketersediaan obat-obatan, cairan infus, vitamin, hingga alboket. Dengan adanya kasus ini, otomatis persediaan medis di RSUD Palmatak terkuras. Saya minta stoknya segera dipastikan tersedia kembali. Jangan sampai nanti ada kejadian-kejadian darurat lagi, lalu muncul keluhan tidak ada obat atau tidak ada infus. Pokoknya intinya, pelayanan medis tidak boleh sampai terhambat,” tegas Tetti.
Lebih lanjut, Tetti mendesak Pemerintah Daerah dan Badan Gizi Nasional untuk bersikap transparan kepada publik. Ia mendorong agar hasil uji laboratorium dari BPOM Batam segera dirilis secara terbuka begitu proses pemeriksaan sampel makanan selesai. Menurutnya, keterbukaan informasi ini sangat krusial untuk meredam keresahan masyarakat dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap program pemenuhan gizi sekolah.
Dukungan penuh terhadap ketegasan Tetti turut dilontarkan oleh Linda. Mewakili barisan Fraksi Gerindra di DPRD, Linda mengingatkan kembali bahwa program MBG adalah program unggulan nasional yang tidak boleh dirusak oleh kelalaian di tingkat operasional.
“Seperti yang disampaikan Ibu Ketua, pengawasan terhadap rantai pasok bahan makanan harus sangat ketat. Pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib jauh lebih selektif dalam memilih bahan baku dan disiplin tingkat tinggi dalam menjaga higienitas dapur produksi. Kami di legislatif, khususnya Gerindra, akan terus mengawal agar program ini berjalan aman,” pungkas Linda memperkuat garis komando pengawasan.
Sebagai langkah nyata fungsi kontrol parlemen, Komisi I DPRD Anambas telah menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap Dinas Kesehatan, pengelola program MBG, serta instansi terkait lainnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Pertemuan strategis ini akan segera digelar pasca-selesainya masa pemulihan para korban, guna merumuskan perbaikan sistem keamanan pangan di Kepulauan Anambas. (Ls)



