Pimpin Tim Gabungan ke Hutan Batu Tabir, Kapolsek Siantan Pastikan Habitat Rafflesia Aman

Editor: Latif Sabrian

JALURNEWS, Anambas – Jajaran aparat penegak hukum di Kepulauan Anambas kembali membuktikan komitmennya yang tak hanya terbatas pada keamanan sipil, melainkan juga kelestarian lingkungan.

Pada Minggu (19/4/2026), tim gabungan melakukan patroli dan peninjauan langsung ke habitat bunga langka Rafflesia hasselti yang tengah mekar di kawasan Hutan Batu Tabir, kaki Gunung Samak, Dusun Rintis, Desa Tarempa Selatan.

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan. Ekspedisi pelestarian alam ini turut diperkuat oleh kehadiran jajaran perwira lainnya, yakni Kasat Reskrim, Kabag Ops, dan KBO Polair.

Selain unsur kepolisian, rombongan ini juga didampingi oleh Faizal Rangkuti, anggota Polisi Kehutanan (Polhut) dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi Kepulauan Riau.

Rombongan “Bhayangkara Green Force” ini memulai perjalanan dari titik kumpul menuju lokasi tumbuhnya flora eksotis tersebut tepat pada pukul 12.30 WIB. Medan pendakian menuju kawasan Batu Tabir yang menanjak, berakar, dan memakan waktu tidak menyurutkan langkah tim.

Bhayangkara Green Force – Garda Terdepan Penjaga Alam

Komitmen Polri Jaga Ekosistem Alam Anambas

Setibanya di titik tumbuh bunga Rafflesia, tim gabungan langsung melakukan asesmen lapangan, memastikan vegetasi di sekitar bunga tidak mengalami kerusakan akibat lonjakan kunjungan warga beberapa hari terakhir.

“Bunga Rafflesia ini adalah aset alam kebanggaan Anambas yang sangat berharga dan dilindungi oleh undang-undang,” tegas Kapolsek Siantan, Iptu Dodi Setiawan di sela-sela peninjauannya.

Lebih lanjut, Iptu Dodi juga memberikan imbauan tegas kepada para pengunjung objek wisata alam tersebut. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang mendaki ke area ini agar sama-sama menjaga kelestarian. Jangan membuang sampah sembarangan, jangan merusak vegetasi di sekitarnya, dan patuhi arahan dari warga setempat selaku penunjuk jalan agar habitat flora langka ini tidak rusak atau mati akibat ulah manusia,” tambahnya.

Setelah memastikan seluruh area dalam kondisi aman dan memetakan titik-titik yang rawan bagi keselamatan pengunjung maupun kelestarian ekosistem, rombongan aparat dan polisi kehutanan ini menyudahi penyusuran dan kembali turun dari lokasi pada pukul 15.00 WIB.

Sinergi kuat antara Polsek Siantan, unsur Reskrim, Operasional, Polair, dan Polisi Kehutanan ini menjadi pesan tegas bagi publik. Mereka tidak hanya hadir untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga siap berdiri sebagai garda terdepan penjaga warisan alam di ujung utara nusantara. (Ls)

Berita Terkait