JALUR NEWS, Anambas – Suasana berbeda terasa di SMK Negeri 1 Anambas pada Senin, 20 April 2026. Festival Karya dan Budaya digelar sebagai bentuk pendidikan berbasis budaya yang melibatkan seluruh siswa dalam peringatan Hari Kartini.
Kegiatan ini menjadi cara sekolah menghadirkan pendidikan berbasis budaya secara langsung di lingkungan belajar. Siswa tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga terlibat dalam praktik budaya melalui karya dan penampilan. Agenda ini disesuaikan dengan jadwal tryout Ujian Kompetensi Keahlian sesuai ketentuan pendidikan vokasi.
Kepala SMK Negeri 1 Anambas, Joni Efriadi, mengatakan festival sengaja dilaksanakan lebih awal agar seluruh siswa tetap dapat berpartisipasi. “Kita laksanakan lebih awal mengingat waktu nya bertepatan dengan kelas XII akan mengikuti tryout UKK besok,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.


SUMBER FOTO: Pini
Pendidikan Berbasis Budaya Lewat Karya Siswa
Sejak dua minggu sebelumnya, pendidikan berbasis budaya sudah dimulai melalui lomba fotografi dan desain poster. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai budaya sekolah kepada siswa melalui kreativitas siswa.
Memasuki puncak acara, halaman sekolah dipenuhi berbagai kegiatan seperti fashion show antar jurusan, lomba masakan nusantara, menyanyi solo, hingga baca puisi. Setiap kegiatan menjadi representasi nyata dari pendidikan berbasis budaya yang diterapkan di sekolah.
“Festival ini menjadi ruang bagi para siswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menunjukkan bakat di berbagai bidang,” kata Joni.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Meski jumlah peserta dibatasi, semangat mereka tetap tinggi dalam mengikuti setiap rangkaian festival budaya tersebut.
Melalui festival ini, pendidikan berbasis budaya tidak hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar dirasakan siswa dalam keseharian mereka. Dari kegiatan sederhana di sekolah, tumbuh kesadaran untuk terus berkarya dan mencintai budaya bangsa.



