JALUR NEWS, Anambas – Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menggelar pertemuan hangat bersama belasan wartawan lokal di Tolam Resort pada Rabu (13/5/2026) malam. Pertemuan ini bertujuan meluruskan miskomunikasi aturan protokoler yang terjadi saat kunjungan kerja siang harinya. Jenderal bintang dua tersebut merespons cepat keluhan awak media yang sempat merasa ruang geraknya dibatasi.
Dalam dialog kekeluargaan tersebut, Irjen Pol Asep Safrudin mengaku sangat terkejut melihat sistem pengamanan jajarannya di lapangan. Beliau menegaskan tidak pernah meminta pengawalan ketat selama bertugas di wilayah mana pun. Sikap rendah hati ini langsung meredakan ketegangan yang sempat menyelimuti rekan-rekan jurnalis.
Pimpinan kepolisian wilayah Kepulauan Riau ini bahkan langsung menegur bawahannya terkait pembatasan akses media tersebut. “Sekali lagi saya mohon maaf ya teman-teman. Doorstop di mana saja saya tidak pernah melarang,” ungkap beliau memberikan kepastian.
Beliau menceritakan kebiasaannya di Batam yang justru kerap menghindari pengawalan berlebihan agar lebih dekat dengan masyarakat. Agenda kunjungan kerja ini sejatinya bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan personel di wilayah kepulauan. Kelancaran penyampaian informasi dari kegiatan penting ini tentu sangat bergantung pada peran aktif media massa.


Sinergi Keterbukaan Informasi Bersama Kapolda Kepri
Sementara itu, perwakilan media Kabupaten Kepulauan Anambas Noven Simanjuntak menyambut positif inisiatif pertemuan malam itu. Noven menjelaskan kehadiran rekan wartawan sejak awal murni untuk menjalankan fungsi peliputan. Pekerjaan jurnalistik ini dilindungi secara sah oleh undang-undang dan patuh pada kode etik.
Selanjutnya, Noven menegaskan para pewarta sama sekali tidak memiliki niat untuk menciptakan situasi yang tidak kondusif. Keputusan mundur dari lokasi peliputan pada saat itu merupakan langkah untuk memberi ruang agar acara penyambutan Kapolda tetap berjalan lancar dan kondusif.
“Kami berharap ke depan sinergitas Polri dan juga jurnalis ini bisa seirama dan seiring juga,” ucap Noven mewakili rekan-rekannya.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan antara kepolisian dan wartawan untuk segera memperbaiki koordinasi. Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya insiden pembatasan peliputan di lapangan pada masa mendatang. Kepolisian resor setempat juga menerima masukan untuk mengevaluasi kembali mekanisme pengamanan kegiatan pimpinan.
Pertemuan di kawasan Tarempa Timur tersebut ditutup dengan suasana keakraban yang kental. Komitmen menjaga kebebasan pers di kawasan perbatasan kembali dipastikan berjalan baik. Masyarakat luas kini dapat terus menerima informasi akurat berkat sinergi kuat antara penegak hukum dan insan pers. ( Ls )



