JALUR NEWS, Anambas – Kunker Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin ke Kabupaten Kepulauan Anambas pada Rabu (13/5) diwarnai rasa kekecewaan dari kalangan jurnalis lokal. Sebanyak 13 wartawan yang hadir untuk meliput kedatangan jenderal bintang dua tersebut di Anambas Resort terpaksa meninggalkan lokasi lebih awal. Keputusan ini diambil akibat aturan protokoler yang dinilai terus berubah dari waktu ke waktu.
Kedatangan pimpinan tertinggi kepolisian wilayah Kepulauan Riau ini awalnya bertujuan untuk meninjau langsung kondisi personel di perbatasan. Agenda ini juga untuk memastikan pelayanan berjalan optimal bagi masyarakat kepulauan. Pengamanan yang diterapkan di area penyambutan terlihat jauh lebih ketat dibandingkan acara serupa sebelumnya. Anda bisa membaca juga ulasan kami mengenai sistem pengamanan wilayah perbatasan Anambas untuk konteks lebih luas.
Pembatasan Akses Kunjungan Kerja Kapolda
Para pewarta yang sudah menunggu sejak pagi mengaku tidak mendapatkan akses leluasa untuk mendekati area kegiatan. Mereka juga belum diizinkan untuk melakukan sesi wawancara cegat. Situasi menjadi semakin rumit ketika muncul larangan mendadak untuk mengambil foto Ketua Bhayangkari Polda Kepri Detta Asep Safrudin yang turut hadir dalam rombongan.
Perubahan aturan dari pihak protokoler Polres Kepulauan Anambas dalam waktu singkat membuat suasana peliputan menjadi tidak kondusif. “Kami merasa ruang gerak sangat dibatasi padahal kehadiran media bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada publik terkait kunjungan ini,” ungkap salah satu wartawan yang memilih pulang dengan rasa kecewa. Minimnya arahan detail dari Seksi Humas sejak awal turut memperburuk koordinasi informasi di lapangan.



