JALUR NEWS, Anambas – Keteladanan berlalu lintas menjadi sorotan setelah beredarnya foto Bupati Kepulauan Anambas Aneng bersama rombongan yang terlihat mengendarai sepeda motor tanpa mengenakan helm. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat melalui siaran pers yang diterbitkan pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut penjelasan pemerintah daerah, peristiwa itu terjadi setelah prosesi penyambutan kedatangan Ustadz Das’ad Latif yang dilaksanakan secara adat oleh Lembaga Adat Melayu Kabupaten Kepulauan Anambas. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Aneng, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, instansi vertikal, perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Usai prosesi penyambutan, rombongan bersama Ustadz Das’ad Latif berjalan menuju Rumah Dinas Bupati untuk beristirahat dan bersilaturahmi. Selanjutnya, saat membahas persiapan kegiatan keagamaan yang akan digelar, muncul keinginan untuk meninjau langsung lokasi Tabligh Akbar di kawasan Masjid Agung Anambas yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penginapan.
Evaluasi Keteladanan Berlalu Lintas
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menjelaskan bahwa perjalanan menuju lokasi dilakukan secara spontan menggunakan sepeda motor. Saat itu, Bupati Aneng, Ustadz Das’ad Latif, dan beberapa anggota rombongan masih mengenakan peci serta atribut prosesi penyambutan sehingga tidak menggunakan helm.
Dalam siaran pers tersebut, pemerintah daerah mengakui bahwa keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan tanggung jawab semua pihak, termasuk pejabat publik yang memiliki posisi strategis sebagai teladan di tengah masyarakat.
“Atas kelalaian yang terjadi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar seluruh kegiatan ke depan tetap memperhatikan aspek keselamatan, ketertiban, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,” demikian pernyataan dalam siaran pers yang diterbitkan Pemkab Anambas.
Komitmen Perbaikan dan Keterbukaan Kritik
Selain menyampaikan permohonan maaf, pemerintah daerah juga mengapresiasi perhatian masyarakat yang memberikan masukan terhadap kejadian tersebut. Pemkab menilai kritik dan saran yang disampaikan publik merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Di sisi lain, apresiasi juga diberikan kepada pihak kepolisian dan seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan Tabligh Akbar sehingga kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pemkab Anambas menegaskan akan terus membuka ruang bagi kritik yang konstruktif. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kepatuhan lalu lintas, meningkatkan keselamatan berkendara, serta mewujudkan pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab kepada masyarakat.


