JALURNEWS, Anambas – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kepulauan Anambas, Remon SIP., M.Si., menegaskan bahwa rencana perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Letung merupakan prasyarat mutlak untuk membuka keran investasi ke daerah tersebut. Ketersediaan infrastruktur transportasi udara yang memadai dinilai sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi daerah kepulauan.
Menurut Remon, penambahan panjang runway Bandara Letung dari 1.500 meter menjadi 2.500 meter akan memberikan dampak ekonomi yang masif. Dengan panjang landasan mencapai 2.500 meter, pesawat berbadan lebar tipe Boeing akan mampu mendarat di Anambas. Peningkatan spesifikasi ini secara otomatis dapat menaikkan status Bandara Letung menjadi bandara internasional.
“Hal ini akan sangat menunjang konektivitas yang pada akhirnya menarik investor untuk datang dan menanamkan modalnya di Anambas,” ujar Remon, Jumat (19/6).
Ia menyoroti secara khusus potensi Pulau Jemaja. Dengan keindahan alam yang luar biasa, Jemaja diproyeksikan akan menjadi magnet utama bagi para investor di sektor pariwisata apabila akses penerbangan terbuka lebar dan mudah dijangkau.
Sebagai gambaran, kapasitas dan intensitas penerbangan menuju Kepulauan Anambas hingga pertengahan tahun 2026 ini masih terbilang terbatas. Saat ini, jalur komersial utama dari Batam menuju Bandara Letung dilayani oleh maskapai Wings Air menggunakan pesawat jenis ATR 72, dengan frekuensi terbang hanya sekitar tiga kali dalam sepekan.
Sementara itu, untuk jalur penerbangan perintis dari Tanjungpinang menuju Letung yang sejak awal 2026 dilayani oleh maskapai Smart Aviation, hanya menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan. Sesuai kontrak operasional, pesawat tersebut hanya mengangkut maksimal 12 penumpang dalam sekali terbang demi alasan keselamatan.
Kapasitas angkut dan frekuensi penerbangan yang minim ini dinilai belum sebanding dengan besarnya potensi ekonomi daerah. Oleh karena itu, Remon menekankan bahwa minat investasi di berbagai sektor lainnya akan semakin meningkat jika hambatan akses ini diselesaikan.
“Investasi dalam sektor lainnya juga akan semakin tertarik jika akses semakin mudah. Tentunya perpanjangan *runway* ini juga harus sejalan dengan penambahan rute pesawat dan intensitas penerbangannya,” tutupnya.





