Kapolda Kepri Ingatkan Nelayan Anambas Jangan Sampai Dimanfaatkan Jaringan Narkoba Laut

Editor: Admin

JALUR NEWS, Anambas – Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin S.I.K., M.H mengingatkan nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas agar tidak terlibat dalam aktivitas penyelundupan narkoba di wilayah laut perbatasan. Peringatan itu disampaikan saat tatap muka bersama nelayan di Anambas Resort (Tolam), Teluk Buluh, Tarempa Timur, Kamis, 14 Mei 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Kepulauan Anambas Aneng, Wakil Bupati Raja Bayu, perwakilan HNSI Fitra Hadi, serta nelayan dari Tarempa Barat, Sri Tanjung, Tarempa Timur, dan Pesisir Timur.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan wilayah Kepulauan Riau memiliki karakter maritim yang sangat kuat karena sebagian besar wilayahnya merupakan lautan. Menurutnya, kondisi itu membuat tantangan keamanan laut tidak kalah rumit dibanding persoalan di daratan.
“Saya harus betul-betul memahami masyarakat maritim. Salah satunya sekarang saya hadir di tengah Bapak-Bapak sekalian sebagai masyarakat Kepulauan Anambas,” ujar Asep.

Ia menjelaskan wilayah laut perbatasan dari Batam hingga Natuna memiliki potensi kerawanan tinggi terhadap aktivitas ilegal, termasuk penyelundupan narkoba lintas negara. Kapolda menyebut banyak kelompok nelayan di wilayah pesisir yang kerap dimanfaatkan jaringan narkotika sebagai kurir maupun pengangkut barang terlarang.

Nelayan dari empat desa di Anambas menghadiri tatap muka bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dan Bupati Kepulauan Anambas Aneng di Anambas Resort, Teluk Buluh, Kamis, 14 Mei 2026.

Kapolda Kepri Ingatkan Ancaman Narkoba Laut

“Hati-hati Bapak-Bapak jangan sampai disalahgunakan. Banyak kelompok nelayan yang digunakan oleh para pelaku narkoba,” katanya di hadapan nelayan.

Kapolda mencontohkan pengungkapan kasus narkoba seberat 2,2 ton di Batam yang melibatkan masyarakat pesisir sebagai kurir dan tenaga bongkar muat. Menurutnya, sebagian pelaku hanya dijanjikan upah tanpa memahami risiko hukum yang sangat berat.
“Kasihan. Kadang cuma dikasih ongkos Rp20 juta, tetapi ancamannya bisa seumur hidup,” ujarnya.

Ia meminta nelayan menolak segala bentuk titipan barang mencurigakan saat melaut, terutama di wilayah perairan perbatasan yang rawan menjadi jalur masuk narkoba internasional.

Kapolda juga mengingatkan para nelayan agar segera melapor kepada aparat apabila menemukan aktivitas ilegal di laut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat pesisir sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan Kepulauan Riau.

Selain persoalan narkoba, Asep turut menyoroti minimnya armada patroli laut di wilayah Anambas. Ia bahkan mengakui kapal polisi saat ini masih kalah dibanding kapal sipil yang beroperasi di perairan setempat.
“Kapalnya cuma dua. Adu balap dengan kapal nelayan saja kalah,” ucapnya disambut tawa peserta yang hadir.

Karena itu, Kapolda memastikan pihaknya akan mendorong penambahan armada Polair untuk memperkuat pengawasan wilayah laut perbatasan di Anambas.

Di akhir kegiatan, Kapolda Kepri menyerahkan bantuan sembako berisi beras, gula, minyak goreng, teh, dan mi instan kepada para nelayan yang hadir dalam kegiatan tatap muka tersebut.

Berita Terkait