JALURNEWS, ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas secara resmi memulai tahap pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM). Momen bersejarah ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, pada Rabu (24/6/2026) siang, bertempat di area strategis yang berdampingan dengan Masjid Agung Baitul Ma’mur, Kelurahan Tarempa.
Pembangunan fasilitas kebudayaan ini bukan sekadar proyek fisik biasa, melainkan bentuk realisasi janji kampanye pasangan Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu. Dalam sambutannya, Bupati Aneng mengungkapkan bahwa ketiadaan kantor induk LAM di Anambas telah lama menjadi perhatian khusus bagi dirinya.
“Sejak masa pencalonan bersama Pak Raja Bayu, salah satu pertanyaan yang selalu muncul adalah mengenai keberadaan kantor induk LAM. Selama ini, LAM telah hadir di seluruh 10 kecamatan, namun belum memiliki kantor induk sebagai pusat kegiatan dan koordinasi. Saat itu, Pak Wakil juga berpesan agar saya tidak melupakan komitmen ini apabila dipercaya memimpin. Saya tegaskan, latar belakang saya adalah seorang pengusaha, bukan birokrat maupun politikus. Karena itu, saya berkomitmen untuk menepati janji yang telah saya sampaikan kepada masyarakat,” tegas Aneng.
Bupati Aneng juga mengakui bahwa mewujudkan pembangunan ini di usia pemerintahannya yang baru menginjak satu setengah tahun bukanlah hal yang mudah. Hal tersebut membutuhkan tekad yang kuat dari pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda).
“Langkah kita hari ini adalah untuk menunjukkan bahwa Kepulauan Anambas adalah Tanah Melayu, Tanah Bertuah. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tambahnya.


Apresiasi dari Tokoh Adat
Langkah konkret Pemerintah Daerah di tengah situasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sedang mengalami efisiensi ini menuai pujian tinggi dari tokoh adat setempat.
Ketua LAM Kabupaten Kepulauan Anambas, Dato’ Wira Setia Utama H. Ardan A.Ma, dalam sambutannya menyampaikan rasa maklumnya atas kondisi keuangan daerah saat ini, sekaligus rasa kagumnya terhadap komitmen Bupati.
“Gedung LAM ini letaknya sangat strategis karena berdampingan dengan Masjid Agung. Kami dari Lembaga Adat sangat menyadari bahwa Kabupaten Anambas saat ini sedang dalam masa efisiensi keuangan, anggaran yang terbatas harus dibagi-bagi agar semua kebutuhan tercukupi. Namun, berkat keberanian Pak Bupati, Pak Aneng yang berani pasang badan, pembangunan ini bisa terlaksana,” ungkap H. Ardan.
Saking mengapresiasi dedikasi tersebut, Ketua LAM bahkan mengisyaratkan rencana lembaganya untuk memberikan gelar kehormatan adat kepada Bupati Anambas di masa mendatang.
“Ke depannya, insyaallah saya memberanikan diri untuk merencanakan bagaimana beliau nanti dapat diberikan gelar kehormatan adat, menjadi Datuk Aneng,” pungkasnya yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.


Dukungan Penuh dari Lintas Sektor
Acara peletakan batu pertama ini juga menunjukkan kuatnya sinergi dan dukungan lintas sektoral di Kabupaten Kepulauan Anambas. Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda mulai dari Ketua DPRD, Dandim 0318/Natuna, Danlanal, Kapolres, Kajari, hingga Danlanudal.
Selain itu, komitmen pelestarian budaya ini juga disaksikan langsung oleh para pemangku kepentingan agama dan masyarakat seperti Ketua MUI, Kepala Kemenag, dan Ketua BP2KKA, serta jajaran pimpinan korporasi mitra daerah, di antaranya pimpinan perusahaan Medco E&P, Prime Natuna, Star Energy, KUFPEC, dan perwakilan perbankan se-Kabupaten Kepulauan Anambas.
Pembangunan Gedung LAM ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat administrasi dan kegiatan adat, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan serta kelestarian muruah budaya Melayu di bumi Kepulauan Anambas.



