JALUR NEWS, Anambas – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menyoroti isu krusial terkait aturan mutasi dan kekurangan personel polisi di wilayah perbatasan. Pernyataan ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Mako Polres Kabupaten Kepulauan Anambas pada Kamis pagi, 14 Mei 2026. Beliau merespons langsung aspirasi para anggota yang telah lama bertugas di wilayah pulau perbatasan tersebut.
Beliau menyadari banyak keluarga besar anggota Polri yang tidak tinggal di wilayah Anambas melainkan berada di daerah lain. Kondisi ini kerap memunculkan keinginan dari para personel untuk mengajukan permohonan pindah tugas. Namun langkah tersebut tidak dapat diakomodasi sepenuhnya oleh institusi kepolisian karena tingginya permintaan anggota yang ingin keluar dibandingkan yang ingin masuk.
“Jangan sampai nanti keluarnya sepuluh, yang masuk cuma satu, nanti bisa kosong pulau kita,” tegas Irjen Pol Asep Safrudin.
Beliau menambahkan bahwa tim kebijakan Polda Kepri akan melihat masa waktu tugas yang mencapai lima tahun ke atas sebagai bahan pertimbangan rotasi. Pertimbangan kemanusiaan dan keahlian khusus juga menjadi faktor penentu dalam proses pemindahan tersebut.


Tantangan Penempatan Lulusan Akpol dan Kekurangan Personel Polisi
Selain masalah rotasi anggota, penempatan perwira lulusan Akademi Kepolisian juga menjadi tantangan tersendiri bagi Polres Anambas. Sejak tahun lalu tidak ada lagi tambahan perwira Akpol baru yang mengabdi di wilayah ini selain Kapolres. Daftar Susunan Personel Polda Kepri saat ini belum mencapai angka maksimal dan masih berada di bawah persentase ideal.
“DSP Polda Kepri ini belum sampai seratus persen, itu di bawah enam puluh persen di seluruh Polres dan seluruh satker. Jadi semua membutuhkan,” ujar Kapolda.
Beliau menjelaskan bahwa lulusan Akpol yang masuk ke Polda Kepri sangat terbatas sehingga harus dibagi secara merata. Isu dinamika penugasan ini terus dipantau secara berkala oleh pihak kepolisian guna menjaga stabilitas keamanan di Kepulauan Riau. Meski menghadapi keterbatasan personel, seluruh jajaran kepolisian di wilayah perbatasan tetap diinstruksikan untuk bekerja secara optimal dalam melayani masyarakat.


Bakti Sosial Bhayangkari
Sebelum memberikan arahan strategis terkait keanggotaan, agenda kunjungan kerja ini diawali dengan aksi kemanusiaan yang menyasar sektor pendidikan dan kesehatan. Kapolda Kepri bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kepulauan Riau, Ny. Delta Asep Safrudin, menyerahkan bantuan langsung kepada warga di wilayah Antang, Tarempa Timur. Rombongan mendatangi PAUD dan TK Rasa Sayang untuk mengapresiasi dedikasi tenaga pendidik serta memberikan keceriaan bagi para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 9 orang guru dan 27 murid PAUD serta TK Rasa Sayang menerima paket bantuan bingkisan dari pengurus Bhayangkari. Pemberian ini diharapkan dapat memotivasi semangat belajar mengajar di wilayah yang jauh dari pusat perkotaan tersebut.
Kepedulian rombongan juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat dengan memberikan santunan khusus kepada satu orang anak penderita hidrosefalus di daerah setempat. Bantuan ini merupakan bagian dari misi sosial rutin Bhayangkari untuk meringankan beban keluarga yang membutuhkan perhatian medis khusus di daerah perbatasan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemberian motivasi kepada personel penjaga perbatasan di Gedung Bhayangkara Polres Anambas. Kapolda meminta seluruh anggotanya agar tetap tegar menghadapi tantangan geografis serta terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi maritim, dan masyarakat setempat demi mewujudkan kamtibmas yang kondusif.



