JALURNEWS, Anambas – Menginjak usia yang baru pada 24 Juni 2026, arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas tidak lagi melulu berbicara soal semen dan aspal. Transformasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kini mengambil panggung utama. Semangat itulah yang dikibarkan oleh politikus muda dari Partai Demokrat, Hino Faisal, S.Ds., dalam menyongsong hari jadi kabupaten maritim ini.
Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hino memiliki cara pandang tersendiri dalam memaknai peringatan tahunan daerah. Baginya, perayaan sejati adalah ketika hak-hak dasar masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan terpenuhi secara maksimal.
“Bertambahnya usia Anambas adalah pengingat bahwa kita harus berlari lebih kencang untuk mengejar ketertinggalan. Mewakili suara generasi muda dan masyarakat Kepulauan Anambas, saya mengucapkan Dirgahayu untuk kabupaten kita tercinta. Mari kita jadikan momentum ini untuk bekerja lebih peka, memastikan ruang kelas anak-anak kita layak, dan gizi mereka terjamin,” ungkap Hino pada Rabu (24/6).
Gaya politik Hino memang terbilang unik dan tidak kaku. Rekam jejaknya yang pernah mengabdi dari bawah sebagai tenaga honorer di Dinas Pariwisata membuatnya enggan sekadar duduk di belakang meja. Politikus dari Daerah Pemilihan (Dapil) I ini lebih banyak menghabiskan waktu menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.
Hal ini terbukti pada gebrakan yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Menyadari bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang, Hino tak segan membelah lautan untuk meninjau langsung kondisi SD Negeri 002 di Desa Impol. Di sana, ia dengan lantang menekan pihak eksekutif agar memprioritaskan perbaikan fasilitas esensial, mulai dari perpustakaan hingga rumah dinas guru, yang dinilai sudah tidak representatif.
“Anak-anak pulau kita punya potensi yang tidak kalah dengan mereka yang di kota. Tapi bagaimana mereka mau bersaing kalau fasilitas penunjangnya saja jauh dari kata layak? Ini yang terus kami kejar di Komisi I agar postur anggaran benar-benar menyentuh urusan wajib seperti pendidikan,” tegasnya.
Selain pendidikan, Hino juga menaruh perhatian ekstra pada sektor kesehatan anak. Belum lama ini, ia turun langsung memantau perawatan pasien anak di RSUD Palmatak, sekaligus mengawasi secara ketat pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia tidak segan-segan menegur dinas terkait apabila Standar Operasional Prosedur (SOP) higienitas dapur umum dinilai longgar.
“Kita tidak bisa main-main kalau urusannya sudah menyangkut kesehatan dan gizi generasi penerus. Pengawasan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan uang rakyat kembali ke rakyat dalam bentuk pelayanan yang prima,” imbuhnya.



